Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!

Bahwasanya untuk selama-lamanya 

kasih setia-Nya

Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. (Yohanes 10:11)

GEREJA MASEHI INTERNASIONAL MINAHASA

8316 Sierra Ave., Fontana, CA 92335

Apa itu Retreat ?

Retreat sebenarnya merupakan suatu bentuk kegiatan khas dalam pembinaan spiritual Gereja. Tradisi ini bersumber pada kesaksian Firman Tuhan, dimana retreat merupakan satu kegiatan rutin yang Tuhan Yesus beserta murid-muridNya lakukan pada saat menjalani kegiatan pelayanan. Untuk Jemaat GMIM-USA ini merupakan kali yang kedua untuk melakukan kegiatan RETREAT dalam memasuki delapan tahun pelayanan dalam satu persekutuan jemaat Tuhan.


Secara jelas, bentuk pelayanan yang dilakukan dalam bentuk retreat, dapat kita temukan pada kitab Markus. Murid-murid Yesus memerlukan waktu menyepi dan merenung sendiri, yang mereka lakukan dalam bentuk kegiatan retreat, setelah berhari-hari berada di sebuah kota melayani kebutuhan iman banyak orang, mengajar dan menawarkan Injil. Dalam retreat, mereka menyepi untuk berdoa, belajar mengajar, mengadakan refleksi diri, dan mempersiapkan diri untuk misi selanjutnya. Firman Tuhan dalam Markus 6:31 dikatakan: Lalu Ia berkata kepada mereka; “Marilah kita ke tempat sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahat seketika". Sebab memang begitu banyak orang yang datang dan pergi menemui mereka, sehingga sering kali, makanpun mereka tidak sempat. Dalam surat Markus, ada tertulis tentang sejumlah kegiatan retreat dapat kita baca dalam Markus 6:31-32, Markus 9:2, dan Markus 14:32. Apabila ingin melakukan kegiatan retreat, Tuhan Yesus beserta murid-muridNya akan menghentikan segenap kesibukkan mereka untuk pergi ke tempat sunyi atau ke tempat yang jauh dari keramaian, di daerah pegunungan, di padang gurun, atau suatu tempat yang bisa dituju setelah mereka menyeberang tasik.


Cara inilah yang kita contohi dengan mengadakan kegiatan retreat di tempat-tempat yang bisa membuat kita merenungkan dan mendalami isi Firman Tuhan, berkomunikasi lebih intim dengan Tuhan, dan mendengarkan suara Tuhan, untuk mengetahui, apa saja kehendak serta rencana Tuhan atas kehidupan kita, dengan suasana tenang, tanpa harus merasa terganggu dengan keramaian aktifitas kehidupan manusia, atau tidak terikat waktu untuk tetap menjalani rutinitas kehidupan yang setiap hari kita jalani. Suasana tenang membuat kita dapat lebih berkonsentrasi dan menerima setiap pengajaran akan isi Firman Tuhan. Suasana tenang juga membuat kita berkomunikasi dengan Tuhan di dalam doa, sehingga bisa merasakan, kalau Tuhan itu begitu dekat dengan kita. Tempat yang tenang, membuat kita dapat mereflesikan apa yang ingin kita nyatakan kepada Tuhan, dan apa yang ingin kita ketahui tentang Tuhan, dengan lebih santai, lebih leluasa, serta lebih bebas. Dalam kegiatan retreat, kita juga bisa sharing dengan sesama peserta retreat. Tujuannya untuk saling meneguhkan dan melengkapi pengetahuan akan isi Firman Tuhan antara diri kita dengan peserta retreat lainnya.


Apakah yang ingin kita temukan dengan melakukan kegiatan retreat di jaman yang semakin modern ini? Merenungkan Firman Tuhan di tempat yang jauh dari keramaian, kiranya akan menghadirkan visi dan pengenalan yang lebih mendalam akan isi Firman Tuhan. Dalam hal ini, secara langsung para peserta retreat akan melihat diri sendiri, siapakah manusia itu dihadapan Allah yang Maha Kuasa. Pada saat yang bersamaan, para peserta retreat juga akan merasakan adanya pertumbuhan iman, kesegaran spiritual, dan pengalaman yang menarik terutama pada saat berkomunikasi dengan Tuhan atau pada saat memperoleh pengetahuan serta pemahaman benar akan isi Firman Tuhan.


Tidak sedikit orang yang pernah mengikuti kegiatan retreat akan menemukan jawaban dan cara untuk melihat kebenaran isi Firman Tuhan yang sering kali menjadi bahan pertanyaan atau bahan pertentangan dari orang-orang yang belum mengenal Pribadi Yesus Kristus dan beriman kepadaNya.


Dalam kegiatan RETREAT GMIM-USA ini, para pembicara akan menyegarkan iman para peserta serta memberikan pembekalan dan pengetauan baru akan isi Firman Tuhan, memaparkan bagaimana cara peserta retreat bisa mengkaji point-point yang ada dalam Firman Tuhan sehingga para peserta tidak salah mengerti atau salah memahami isi Firman Tuhan. Ketika banyak rahasia yang ada dalam Firman Tuhan diungkapkan, diharapkan akan ada besar keinginan dari dalam hati serta benak pikiran para peserta untuk mau menyerahkan seluruh alur kehidupan kita di dalam pertobatan.


Secara manusiawi, kegiatan retreat juga berarti fisik para peserta dapat menikmati keindahan alam karya ciptaan Tuhan. Kedamaian yang dihadirkan di tengah-tengah elok dan indahnya alam, diharapkan akan semakin menginspirasi hati serta pikiran para peserta retreat untuk semakin dekat pada Tuhan.


Pada sisi yang berbeda, kegiatan retreat akan semakin mengakrabkan para peserta. Kebersamaan yang ada akan merobohkan tembok pemisah antara satu anggota dengan anggota lainnya. Tidak ada perbedaan derajat atau status sosial apabila sejumlah orang mengadakan kegiatan retreat. Firman Tuhan dalam Galatia 3:28 dapat menggambarkan seperti apakah suasana dan kondisi yang harus tercipta dalam kegiatan retreat. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Yesus Kristus. Dalam hal ini, para peserta retreat adalah sama serta satu di dalam Yesus Kristus, satu relasi dan tidak pangkat atau status yang membedakan. Retreat akan membuat para pesertanya saling berinteraksi dan saling mengenal. Ketika interaksi telah dilakukan, akan bertumbuh sikap saling menyayangi dan saling menjaga di antara sesama peserta seperti layaknya kegiatan outbound. Apabila kondisi sama dan satu di dalam Yesus Kristus telah tercipta, maka akan tumbuh sikap saling memperdulikan, saling menolong, saling mendukung, saling berbagi rasa, dan yang tidak kalah pentingnya, saling mendoakan. Kesibukan boleh saja melingkupi diri kita. Tapi kita jangan pernah melupakan adanya hadirat Tuhan. Kita harus mempunyai waktu untuk bersekutu dengan Tuhan, menumbuhkan iman dan kerinduan kita untuk selalu dekat pada Tuhan. Retreat adalah salah satu caranya.

Tuhan memberkati kita semua.

Pendeta Cynthia Londah-Kekung S.Th.

Fontana, 30 Agustus 2014